Rasa

Hidup ini terus berjalan, apupun yang terjadi pada dirimu. Walaupun dirimu sedih atau senang. Kamu tak bisa memberhentikan hidup ini walalupun hidup yang dijalanimu susah. Jangan pernah berharap, hidup tak akan pernah menuruti kemauanmua. Tapi jangan sekali-kali terbersit dalam benakmu untuk menghentikan paksa hidupmu sendiri. Sebelum kau lakukan itu, apakah kamu siap? Siap atas semua konsekuensinya? Memang kamu mungkin akan terlepas dari semua masalahmu, akan tetapi banyak orang yang menyayangimu akan ditinggal. Belum lagi dengan masalah yan kamu tinggalkan. Apakah akan selesai begitu saja? Tidak! Yang ada mungkin ricuh karena si pemeran utama meninggalkan lokasi. Pasti akan ada yang menggantikannya, mungkn si pemeran pembantu, yang artinya masalah ada pada bebannya. Jangan-jangan si pemeran pembantu ikut-ikutan menghentikan paksa hidupnya.

Lalu apa yang harus dilakukan, aku menghadapi situasi sama dengan si pemeran utama. Apakah aku harus mengikuti jejaknya, tapi aku bernyali kecil. Aku terlalu takut, apalagi dosanya. Mungkin saja di dunia ini aku terselematkan oleh masalah, tapi lain dengan dunia sana aku harus menanggung kesalahanku karena telah memberhentika paksa hidupku sendiri. Di dunia sana aku tak bisa pergi lagi, karena di sana adalah tempat terkahir.

Kalau memang hidup ini berjalan, waktu pun terus melangkah, apakah masalah yang ku alami ini akan selesai dengan sendirinya? Tanpa aku ikut campur? Karena setiap saat masalah ini bukannya berkurang malah bertampah keruh. Aku cape untuk ikut campur masalah yang kuhadapi, tapi aku adalah si pemeran utama. Aku tak ingin meninggalkan masalah ini kepada orang-orang yang kusayangi.

Aku tak kuat lagi menahan, mungkin di luar aku ikut tertawa dengan teman-temanku, menanggapi semua lelucon yang dilontarkan mereka. Tapi setelah itu aku akan kembali sendiri, lalu masalah yang kuhadapi tampak jelas dedepan mataku. Aku hanya bisa meratapinya, dan akhirnya menangis. Aku hanya bisa menangis dan terus menangis. Lantas selain menangis aku harus berbuat apa? Aku masih muda dan aku seorang perempuan.

Apakah Dia yang menuliskan takdir untukku ini meakhiri lembaran hidupku ini dengan Happy Ending. Ku harap begitu, karena sekali aku ingin merasakan hidup seperti yang lain. Tanpa perlu menanggung masalah ini, bisa meratapi masalah-masalah sepele seperti pacar ataupun nilai. Aku iri, bolehkan sekalikali aku iri dengan teman-temnaku. Jangan sangka aku tak mensyukuri hidup yang aku jalani sekarang, aku mensyukurinya. Aku tak pernah lupa itu. Tapi sekali aku berharap, aku ingin ini semua selesai, bagaimanapun caranya. Karena kalau masalah ini selesi bukan aku saja yang bahagia, tapi kedua orang tuaku beserta adikadikupun akan merasakannya.

Aku kasian melihat mereka, mengkin ini juga salahku. Memaksakan kehendakku, tapi aku janji, kalau ini selesai aku akan membahagiakan mereka. Aku janji!! Aku harus kuat menjalani hidup ini. Walau hidup ini mengkhianatiku, aku akan terus menjalani masalah ini. Aku tau aku cape tapi aku akan berusaha, karena di ujung masalah ini aku yakin akan ada kebahagiaan yang menantiku.

Kalaupun aku tak sempat merasakan kebahagiaan yang telah aku perjuangkan mungkin di dunia sana aku bisa merasakannya. Mungkin lebih. Aku yakin Dia merencanakan semuanya dengan pas, dengan adil. Satu kata kunci, IKHLAS. Inilah hidup, bukan untuk diratapi tapi untuk dijalani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s