Wanita Itu..

Wanita itu harus kuat.. Kuat menghadapi semua masalah yang ada..

Wanita itu tidak boleh mengeluh.. Harus selalu bahagia, apapun cobaan yang diberikan Allah..

Wanita itu tidak boleh menangis.. Menangis di hadapan orang lain, menangislah sendiri atau menangislah kepada Tuhan. Karena itu hanya akan menunjukkan bahwa wanita itu lemah.

Wanita itu harus pintar.. Kalau tidak pintar maka kamu akan gampang dipermainkan oleh lelaki..

Wanita itu harus cantik.. Agar lelaki puas dengan apa yang kita miliki..

Wanita itu harus segala-galanya..

Itu yang saya lihat.. karena saya tinggal di lingkungan dimana wanita itu layaknya wonderwomen..

Mari kita review enaknya jadi suami/ laki-laki..

Pulang dari kantor, sudah dilayani oleh istri, mulai dari makan, pakaian, tidur, bahkan kepuasannya.

Awal bulan uang gaji diberikan pada istri, mau itu besar atau kecil, cukup atau tidak mencukupi, seorang wanita harus pandai untuk mengelolanya.. Si suami tidak mau tau uang itu kurang, dapur harus tetap ngebul pokoknya, dan makananpun harus tetap tersedia di meja makan..

Nah, kalo si istri meninggal, coba lihat, pasti tidak lama sesudah itu, si suami akan mencari wanita lain. Karena pada kodratnya laki laki itu ga bisa idup sendiri, harus selalu dilayani.

Berbanding terbalik dengan wanita kalo si suami meninggal, coba lihat pasti mereka akan berjuang sekuat tenaga untuk mencari nafkah, untuk menghidup dia dan anak-anaknya. Bahkan, dia akan lupa untuk mencari cinta.

Wanita itu diHARUSkan untuk serba bisa..

–          Bisa mencari tambahan penghasilan, kalo penghasilan suami gabisa menutupi keperluan rumah tangga. Kalo pun gak musti memanage keuangan dengan sebaik-baiknya. Bahkan, kebanyakan wanita itu selalu mengalah, coba deh perhatikan, kalau ibu kita masak, pasti si ibu makan lauk sisa yang kemaren. Karena kita sebagai anak atau suami mana mau makan lauk yang kemaren. Sedangkan si ibu merasa sayang jika lauk itu terbuang

–          Wanita itu harus pandai seperti guru. Pernah liat anak yang di ajar ngebaca atau berhitung dari sang ayah?? Okey, pasti ada yang jawab pernah, tapi toh, pasti jarang, gimana gak mana ada waktu untuk sang ayah mengajarkan anaknya. [re : katanya].

–          Wanita itu harus pintar segala kegiatan rumah tangga, dari mencuci, menyetrika, masak, dan yah banyak lagi, toh juga udah pada tau kan.. J

–          Dan yang pasti, wanita harus menahan rasa sakit apabila laki-laki punya wanita lain, wanita ga bisa ngelawan..

–          Dan yang lebih penting lagi, wanita itu harus menahan sakit, ketika melahirkan. Aku juga baru tau kenapa ada wanita yang mau ngelahirin anaknya dengan sesar padaha dia bisa melahirkan secara normal. Apa untuk menghindari rasa sakit?? Ternyara sesar itu bekas sakitnya akan terasa seumur hidup, apalagi bekasnya.. terus kenapa dong mereka lebih memililih sesar. Dan jawabannya adalah untuk memuaskan si suami. Sedih banged ngedenger kenyataan ini, mereka rela berkorban untuk suami, dengan cara berkorban menahan rasa sakit seumur hidup. [re : kalo melahirkan secara normal otomatis maaf vagina istri tidak akan kencang seperti dulu karena ‘robek’ ketika melahirkan].

Maaf, kalo di tulisan ini se akan akan aku memojokkan seorang laki-laki. Bukan maksudnya gitu, toh pasti mereka juga memiliki masalah. Karena aku sebagai wanita, jadi gatau gimana perasaan laki-laki. Aku hanya melihat, bagaimana seorang wanita di lingkunganku, baik dari temat tinggal, maupun tempat bergaulku. Tapi jelas, ada juga wanita yang malah terlalu pintar, saking pintarnya dia malah jadi memanfaatkan laki-laki. Contoh kasus, sebut saja tante wanda, dia janda beranak satu, masih berhubungan dengan mantan suaminya, jelas untuk mendapatkan biaya hidup. Tapi dia tetap cari laki-laki untuk menjadi target selanjutnya. Keren tak penting yang penting itu uangnya. Sedangkan anaknya, di asuh oleh sang nenek pastinya.. miris..

Dan itu tidak hanya satu kasus yang seperti itu tapi ada tiga orang, hanya untuk di daerahku. Entah di tempat yang lain, mungkin lebih banyak. Wanita dan laki-laki. Jelas, aku menginginkan laki-laki baik untuk menjadi suamiku nanti. Oleh karena itu, hanya satu pesan ayahku yang selalu ku ingat, “SEJAHAT-JAHATNYA LAKI-LAKI PASTI MENGINGINKAN WANITA BAIK UNTUK MENJADI IBU DARI ANAKNYA, DAN LAKI-LAKI BAIK-BAIK  HANYA MENCARI WANITA BAIK-BAIK UNTUK MENJADI PASANGAN HIDUPNYA”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s