Curahan Hati Seorang Anak

Semakin hari semakin tumbuhlah seorang anak. Dan jelas semakin dewasa dan berkembang pula pikirannya. Yang dari tidak tau menjadi tau, yang dari tidak mengeri menjadi tidak mengerti. Tidak dapat dipungkiri orang tua ikut andil dalam proses tumbuh kembang anak.

Tapi semakin besar seorang anak, jelas mereka jadi tau arti kehidupan, banyak pengetahuan selain dari orang tua yang mereka dapat.

Semakin besar anak, mereka jadi lebih pintar, mungkin bahkan lebih pintar dari orang tuanya, karena zaman yang berbeda ketika mereka tumbuh.

Semakin besar anak, mereka dikuliahkan dan akhirnya dapat bekerja.

Tapi mengapa, mengapa ketika seorang anak salah dan mengungkapkan perasaannya. Mereka menjadi SALAH.

Sampai ada ucapan seperti “mentang mentang uda pinter”, “mentang mentang uda kerja and bisa ngehasilin uang sendiri”, “disekolahin tinggi tinggi tu jadi pinter ngejawab”, “sekarang ma orang tua udah gak dibutuhin lagi”.

Apakah seorang anak memang SEHARUSNYA hanya DIAM saja. Mereka gak boleh untuk berpendapat dan mengatakan isi hatinya??

Dan akhirnya memang begitulah kodrat seorang anak. DIAM dan MENERIMA. Karena hanya orang tua lah yang selalu benar, karena orang tua lah yang harus di hormati, karena hanya orang tualah yang harus di mengerti.

Dan ketika seorang anak sudah merasa seperti itu mungkin lebih baik mencari kasih sayang di luar rumah. Mencari ketempat mereka dihargai dan didengar.

Saat itulah rumah bukan lagi rumah bagi sorang anak.

6 comments

  1. Assalamu ‘alaikum…
    Perkenalkan saya Putra. Saya sedang searching artikel tentang ‘Kodrat Seorang Anak’. Tak sengaja saya menemukan artikel ini, menarik menurut saya. Suatu uangkapan dari seseorang (siapapun itu) tentang hak-haknya dalam menentukan sebuah pilihan atau memutuskan sebuah pilihan, dan hal tersebut sangatlah wajar. Karena pada dasarnya setiap orang yang terlahir sudah dibekali dengan hak-haknya sebagai manusia secara utuh. Terlepas seseorang itu lebih pintar, lebih cerdas, dan lebih berwawasan dari pada kedua orang tuanya. Namun, pada dasarnya seseorang akan menjadi sukses itu tergantung dari restu kedua orang tua, terlebih seorang Ibu. Dan hal tersebut sudah merupakan sebuah aturan dalam agama (Islam), saya kurang tahu jika dalam agama lain seperti apa. Namun bukan berarti seorang anak itu DIAM dan MENERIMA apa yang diinginkan (direstui oleh orang tuanya), tetapi lebih kepada bagaimana cara mengkomunikasikan suatu tujuan untuk dapat diambil jalan tengahnya. Terkadang orang tua menginginkan anaknya seperti apa yang dia inginkan, disatu sisi seorang anak ingin menjadi apa yang dia inginkan karena seorang anaklah yang lebih mengerti kondisi dirinya maupun kondisi lingkungan yang sedang dia ikuti. Sebetulnya orang tua pun mengerti atas keinginan anaknya, namun ada hal-hal yang belum saatnya orang tua bisa menyampaikan alasan sepenuhnya karena porsi pengalaman si anak yang belum cukup memadai. Saat ini banyak motivator-motivator yang selalu memberikan kata-katanya untuk memotivasi yang pada umumnya usia remaja lebih banyak merespon daripada orang yang lebih berumur. Hal yang paling ditakutkan adalah ketika seseorang tidak memiliki iman yang cukup kuat dan tidak memahami dirinya sebagai anak yang punya kewajiban ‘tunduk’ kepada orang tua, malah akan salah menanggapi informasi dari luar. Sebagai contoh: “yang menentukan sukses atau tidaknya itu bukan orang lain, tetapi anda sendiri.” dan masih banyak lagi yang intinya cukuplah diri kita sendiri yang berhak menentukan, berhak menilai, bukan orang lain yg hanya bisa menghujat, menganggap remeh kita. Pertanyaannya: Kenapa dari sekian banyak motivator TIDAK membahas seberapa pentingya RESTU orang tua, seberapa pentingnya peran mereka terhadap keberhasilan seorang anak? Sebetulnya pertanyaan itu tidak perlu dijawab, karena pada dasarnya mereka (motivator) tidak perlu membahas hal tersebut karena mereka semua menyadari hal tersebut sudah tumbuh dan sudah tertanam pada diri seorang anak sedari kecil, jadi hal tersebut bukan saatnya lagi untuk dibahas. Namun pada kenyataannya banyak anak-anak sekarang yang lupa akan kodratnya sehingga salah mencerna informasi yang ada. Ada kalimat terakhir yang menarik, yang intinya seseorang akan mencari sebentuk kasih sayang di luar lingkup keluarga. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Pada dasarnya seorang anak secara naluri mereka membutuhkan figur yang dapat melidungi, mengayomi, merangkul, dan figur yang dapat menerima keluh kesah hati seorang anak di dalam sebuah keluarga. Jika salah satu saja hilang atau lebih parahnya dari kesemua itu hampir hilang, dari sisi psikologis anak akan merasa terganggu, tidak nyaman, merasa tidak diakui, dan dari nalurinya akan tetap mencari sosok itu diluar sana… Mungkin hal itu juga yang saat ini sedang saya alami, dan kali ini adalah adik perempuan saya yang menjadi korban. Sayapun agak sulit untuk memberikan solusinya. Maka dari itu saya sedang mengumpulkan berbagai artikel atau bahkan seseorang yang mungkin bisa saya ajak sharing. Mohon maaf sebelumnya, saya bukan orang yang selalu benar atas argumen saya, dan bukan sedang mencari sebuah pembenaran atas argumen saya, saya bukan orang yang sempurna, namun itulah sudut pandang saya terhadap perkembangan anak-anak di saat ini. Sangat miris jika seorang anak merasa hebat dan merasa yakin akan berhasil tanpa ada restu dari kedua orang tuanya terutama IBU.

    1. Walaikumsalam Wr. Wb.
      Hai Mas Putra..
      Yupz.. saya setuju dengan tulisan anda..
      Tulisan di atas itu adalah tulisan dari pengalaman saya dan beberapa pengalaman teman saya..
      Satu hal yang pasti orang tua itu memang segalanya..
      Dan komunikasi itu sangatlah penting..

      Jadi, tulisan itu saya buat, ketika saya ada ketidaknyamanan dengan orang tua saya, lalu saya mengaitkan dengan beberapa pengalaman teman teman saya..
      Tapi, komunikasi muncul antara kami, orang tua, saya dan adik adik.. Disini kita semua di minta untuk mengungkapkan uneg2 dan lain lain..

      Dan Alhamdulillah, sekarang sudah tidak ada lagi prasangka buruk dan lain lain.. Cuman satu hal yang pasti KOMUNIKASI itu penting.. Dan juga kita sebagai anak harus bisa memaklumi Orang Tua..
      Ibu saya selalu bilang, “kamu harus memaklumi kami karena tambah bawel, pemarah, dan sebagainya.. Karena kami semakin lama semakin tua dan semakin pikun.”

      Untuk masalah adik mas, coba de mas sebagai perantara, ngobrol dengan orang tua mas, lalu ngobrol dengan adik mas. Nah setelah itu pertemukan mereka, biasakan untuk jangan memendam lebih tepatnya..๐Ÿ™‚

  2. Syukurlah klo tanggapan Anda seperti itu, dan saya yakin setiap anak pasti tidak ingin orang tuanya terluka atas apa yang telah dia perbuat. Terima kasih juga telah menanggapi komentar saya. Ya memang betul, satu kata yang bernama KOMUNIKASI itu sangat sangat penting. Karena dari situlah sebuah perbedaan (pendapat, pola pikir, dan sebagainya) bisa dipersatukan. Sekarang masalahnya sudah semakin jauh dan melebar diluar analisa saya. Bisa dibilang sudah terlanjur untuk dikomunikasikan. Sementara ini mungkin saya hanya bisa membiarkan dia merasa dirinya menjadi pemenang namun secara tidak sadar dia sudah menunjukkan bahwa dirinya sudah terlindas dan kalah… Semua ini hanya proses untuk tujuan tertentu. Apakah tujuan yang Allah akan berikan ataupun tujuan yang kita rencanakan sendiri. Setelah tujuan itu kita capai, masih banyak tujuan-tujuan lain yang akan kita hadapi, dan sebelum sampai ke tujuan itu tentunya kita kembali ke sebuah proses yang akan kita lewati. Semoga saja kita selalu diberi kesabaran dan keikhlasan melewatinya.

    Saya baca beberapa cerita yang lain di blog ini cukup menarik juga…๐Ÿ™‚

    1. Heheh.. Sip sip..
      Mungkin dibiarkan dulu ajja, nanti suatu saat pasti dia ngerti..๐Ÿ™‚

      Makasih.. ini bukan blog seperti Alit Susanto, Raditya Dika atau yang lain.. Tapi ya.. Cuman ceplas ceplos ajja..๐Ÿ˜€

  3. Apa seorang anak harus tetap diam dengan apa yang dia rasa kan sbnr y mbwt hati ya trluka
    Sampai saat ini di usia qu yg sudah 20 tahun aku tak pernah di izinkan keluar malam lebih lebih jika waktu sekolah pulang telat sedikit aja selalu di marahin padahl mereka tak tau macet ya di jalan seperti apa dan apa seorang anak hanya bisa diam
    Aku selalu nurut apa kata ayah ibu qu ga boleh klwr mlm ok ku ga klwr
    Ga boleh telat ngaji qu ga telat
    Ga boleh ini ga blh itu
    Harus ini harus itu aku sudh jalanin semua yg qu lakukan harus sesuai dgn apa yg mereka ingin kan
    Sekolah dgn jurusan yg aku tdk suka dgn memilih jurusan yg mereka suka
    Hem ok menjaga hati orang tua
    Yah qu menjaga yaaa
    Menjaga yaaaaa
    Tapii apaaa ku kira setelah qu berkerja
    Di usia qu yg dh 21 tahun aku di kasih kepercayaan untuk klwr mlm walaupun cuman 1 jam di jam 6 atau jam 7 nyata ya semua ga bisa qu dapat kan
    Hingga akhirnya banyak yg menjauh ddri diri ku
    Teman yg tadi ya akrab skrng mlh ngejauh dan malah pada ngatain qu
    Hemm
    Apa aku harus tetap diam dgn hal yg qu rasakan sekarang aku sayang beliau
    Aku selalu curahkan isi hati ku ke mereka tapi jawaban mereka hanya senyum

    Pernah trdengar pertengkaran yg cukup membuat qu takut membuat qu takut dan takut akan kehilangn kedua ya
    Aku jadi tambah bingung harus membela siapa dan siapa yg akan membawa ku bersama ya
    Sampai saat ini keributan pun masih sering trjadi
    Ku bukan wanita yg bsa meninggalkan ibu ku dalam keadaan sedih
    Saat pertengkaran trjadi aku cuman bisa memeluk ibu sambil meyangati ya setelah itu apa yg qu lakukan di kamae hanya menangis bukan ya pergi
    Jika qu harus seperti ini terus akan ku terima jika memang mejaga hati seorang ibu itu jauh lbh baik akan qu lakukan
    Yah walau pada inti ya semua cwo yg dkt ama qu ngejauh menghina bahkan mengejek qu dgn ejekan yg sangat menyakiti qu aku akan terima semua ya kehilangan tmn2 ga pya tmn semua akan ku terima untuk ibu qu
    Hanya pikiran ku yg selalu trbayang akan masa depan qu akankah ada lelaki yg bsa mencintai ku bsa menerima ku walau nyata ya qu tak pernah bsa seperti wanita lain yg hidup ya terasa bahagia

    1. Well Evi, komunikasi itu penting.. Mungkin coba di ajak komunikasi Ibu dan Bapak, dengan posisi yang sudah umur 21 yang notabanenya sudah dewasa, mungkin Ibu dan Bapak akan mencoba membuka hati..

      Iya si, jangan sampe bikin nangis ibu, dampingi beliau..

      And for the men, yakin dah, akan datang sesosok pangeran yang akan menerimamu apa adanya..

      Keep Fighting!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s