It’s Me

Di tengah gurauan dan senda gurau di ruangan kantor, aku hanya diam. Entah ini memang sifatku sebenarnya atau memang pribadiku yang lain mulai keluar lagi. Lalu, kenapa tiba tiba pribadi itu muncul lagi setelah 2 tahun lewat?? Atau memang itu adalah pribadi sebenarnya. Entahlah, mungkin sebaiknya dibawa ke psikater nampaknya.

Di temani dengan jus jambu dan kentang goreng di atas meja kantor, mulai merangkai kata demi kata untuk menceritakan isi hati ini. Di pagi yang sama seperti sebelumnya, dengan tidak adanya load mulai mengetikkan rangkai kata yang sudah disusun.

Yak, benar pribadi itu mulai muncul lagi, ‘diam’. Lebih senang diam daripada berkicau basa basi dan menanggapi basa basi yang lainnya. Biarkan yang lain benci untuk duduk bersama denganku kalau mereka tidak mau menerima keadaanku saat ini. Karena saat ini aku lebih senang untuk tidak mengatakan hal yang tidak perlu hanya untuk mencari perhatian seseorang. Biarkanlah otak ini yang bekerja, mempelajari setiap pembicaraan, gerak gerik dan sopan santun yang lainnya. Tidak perlu bicara menurutku.

Aku tidak bisa memaksakan kehendak untuk menyuruh orang laen mengikuti kemauanku. Faktor salah satunya juga mungkin karena tidak suka dengan basa basi dan lebih enak to the point saja. So, daripada pura pura untuk berprilaku basa basi yaa lebih baik diam sajalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s