World Book Day

world_book_day_2013

Wah.. wah.. Sempat terlupa bahwa kemarin tepatnya tanggal 23 April adalah hari buku sedunia. Peran buku sangat besar dalam kehidupan. Pertama kali fizah suka mungkin dari semenjak fizah suka baca. Lupa lagi..๐Ÿ˜€ Yang pasti dari SD sudah melahap ghostbumps (walaupun punya temen), komik, semua cerpen yang ada di buku paket, majalah dan entah apalagi. Mulai menekuni novel ketika tau Harry Potter I itu pun juga pinjem dari temen, buku ini benar benar membuat kita berimajinasi.

Nah, untuk Harry Potter 2-7 fizah mulai mengoleksinya. Uangnya?? Bener bener usaha, setiap ada uang pasti langsung disimpan. Jadi keingetan, untuk Harry Potter yang ke 7, walaupun belum terbit uang hasil latihan Hockey sampe gak jadi dijajanin, agar sewaktu waktu ketika sudah terbit bisa langsung beli.

Lalu tak lama setelah itu, deket rumah dibuka taman bacaan dan hampir semua koleksi buku disana sudah dibaca. Mungkin bisa di cek, setengah buku disana nomor pembaca diurutan pertama 006. Nah, ketika pindah rumah mulai kebingungan, hobby membaca buku tak bisa disalurkan. Yang biasanya membaca 1 novel per 3 hari dan 3 komik perhari hanya bisa diganti dengan pinjam novel sana sini ke temen, padahal itu juga tidak semua temen punya novel kan??

Ketika sudah bekerja, hobby baca buku bisa pakai alternatif dengan dowload lalu print dan alhamdulillah setiap bulan bisa membeli 1 buku (2 kalau ada lembur). Jika ada yang mau pinjam seilahkan, tak pernah pelit.๐Ÿ˜› Hanya saja ada peraturan dalam meminjam. Tidak boleh rusa, tidak boleh sobek, tidak boleh basah, tidak boleh dilipat dan tidak bolek di makan (:P). Bukan hanya memikirkan materi untuk membelinya, tapi menghargai karya seseorang itu penting. Menulis itu susah susah gampang (tidak berani bilang susah). Jujur fizah tidak bisa menulis, hanya bisa mengkritik dan memujinya, oleh karena itu fizah tidak pernah membatasi genre dalam membaca. Dari novelnya Tere Liye, Marga T, Mira W, Andrei Aksana, Raditya Dika, Rons ‘Konyol’ Imawan, Asmanadia, JK Rowling, Meg Cabot, Stepanie Meyer, Takada Rie dan penulis buku lainnya dari yang terkenal dan tidak terkenal (masa iya yang di sebutin satu satu).

Dengan membaca tanpa membatasi genre itu sendiri kita bisa tau karakter seseorang dalam menulis, dunia menurut versi setiap penulis, definisi cinta yang beragam serta hidup yang berwarna dari gelap sampai dengan terang.

Yak, kembali pada inti kawan, membaca itu penting deh, karena dengan membaca kita bisa menangis, dengan membaca bisa tertawa, dengan membaca bisa galau, dengan membaca bisa sakit hati, dengan membaca bisa semangat, dan bisa segala galanya. Mungkin itulah mukjizat membaca (lebay!!!! :P). Jelas selain menambah wawasan tentunya.

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s