Macet – Skripsi – Teman Lama – Fizah

Hari sabtu kemarin akhirnya bisa bertemu juga dengan Hilman Ali salah satu teman dekat fizah ketika kuliah, tapi tetep jadi temen fizah sampai sekarang. Pantas dari 2 minggu kemarin ekor mata kedutan terus. Menurut salah satu blog yang fizah baca itu menandakan Anda akan bertemu dengan famili jauh. Nah loh, mungkin ajja itu karena sebentar lagi fizah akan bertamu dengan hilman.๐Ÿ™‚

Nah, setelah membuat janji seminggu sebelumnya, dengan penekanan sana sini, akhirnya diputuskan kita bertemu hari sabtu siang, 27 April 2013 di Kantor Hilman (Kuningan). H-1 tetep harus konfirmasi dengan hilman, ya walaupun gaje.. hheheu..

Ketika harinya tiba, Masak, mandiin nisa, beberes rumah done, langsung siap2 tuk berangkat. Pas jam 10 langsung naik angkot menuju jalan baru tuk menunggu busway. Ada kiranya 15 menit menunggu dan syukurnya tidak terlalu penuh. Berharap tidak akan macet ternyata pupus, stuck di Kramat Jati, macetos teman!! Turun di BKN, lanjut ke kuningan barat.. Puenuh!! Walhasil ngeri ngeliat orang orang berebut naik busway. Dorong sana dorong sini agar dapat naik, tak terkecuali juga para lelaki. Wuih mereka tidak maulu gitu ya, mana udah gitu bediri di lorong khusus wanita lagi. Haduh, mereka tidak bisa baca gitu ya. Kawan tenang, fizah adil kok, karena ketika pulang (nyuncluk ajja langsung ya khusus tuk busway) busway jurusan PGC kosong, semua duduk kecuali beberapa pria. Bahkan, beberapa tempat duduk di lorong khusus wanita kosong. Lalu kenapa pria yang berdiri tidak duduk disana. Jelas, karena beberapa pria ini berpikir karena itu khusus wanita, disini harusnya wanita jangan bersikap egois juga, kan bisa wanita yang duduk di lorong campur pindah ke khusus wanita agar pria pria ini bisa duduk. Fair kan. Ya itu semua hanya pendapat pribadi.

busway-kartunBelum lagi masalah lamanya proses transit, lamma buanged nunggu busway terusannya. Yang selalu berkaitan dengan busway juga adalah macet. Sebenarnya salah satu pertimbangan naik busway adalah menghindari macet tapi nyatanya?? Hanya dibeberapa wilayah, di beberapanya lagi jelas yang tidak berhak pada ngambil jalur busway. Banyak yang ngeluh, karena ada busway jadi macet, yang ada juga gak usah bawa mobil pribadi lagi, kan bisa naik busway. Bayangkan, jika busway nyaman, tidak macet maka orang orang akan berpindah naik busway sehingga mengurangi jumlah mobil di Jakarta. Memperlebar jalan?? Gak ngaruh kawan, mobil akan terus bertambah kalau di perbesar jalannya.

Lanjut ke perjalanan menuju kantor Hilman, 2 jam setengah waktu untuk sampai ke tempat tujuan. Di jemput di menara imperium, kangen kangenan, curhat sana sini sebentar dan lanjut ke fokus utama yaitu SKRIPSI. Bagian ini skip ajj de..๐Ÿ˜›

Tak terasa sudah jam 17.00 saja, kita berhentikan dulu. Bagi2 job, langsung caw de tuk makan di luar. Nungguin bus way, kostum yang dipakai tomboy, jadi merasa seperti dulu. Fizah yang sebenarnya. Tertawa, masa muda, blah bloh. Wah,, so happy..

Mudah mudahan rencana 2 minggu ke depan untuk bertemu bersama yang lain kecape..๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s