23 Desember 2013

Haihai.. Pagi pagi sudah bad mood itu menyebalkan ternyata. Apalagi pelakunya adalah orang di dekat kita. Dicemberutin, didiberikan instruksi tanpa senyum, tanpa ada kata tolong ataupun thanks..

Bukannya saya gila hormat, thanks ataupun tolong. Tapi karena saya terbiasa bekerja seperti itu dalam tim divisi kami. Atasan langsung saya selalu mengatakan ‘tolong’ jika memberikan instruksi, dan ‘thanks’ setelah memberikan instruksi.ย  Bagaimana dengan Mantan Direktur divisi kami yang memiliki kekuasaan dan disegani banyak orang. Sekiller apapun dia, saya selalu terobati dengan ‘thank’nya dia setelah saya menyelesaikan suatu pekerjaan dan ‘tolong’nya dia jika menyuruh saya, yang notabenenya beliau berhak menyuruh saya apapun selagi itu masi didalam kewajiban saya.

Well, kenapa pagi pagi begini saya tiba tiba men’galau’ di posting. Begini ceritanya.

Jadi dalam pencairan anggaran itu ada beberapa tahap, yaitu :
1. Membuat anggaran yang di tanda tangani oleh pembuat anggaran, verifikasi dan Pimro. Yang nantinya akan di setujui oleh keuangan.
2. Anggaran di ajukan bersamaan dengan Uang Muka (UM) yang ditandatangi juga oleh orang yang sama dengan anggaran.
3. Lalu uangnya cair.

Namun ada beberapa hal yang menurut saya janggal, dan setelah berdiskusi dengan salah satu teman satu divisi ternyata juga memiiki pendapat yang sama. Hal yang janggal adalah :
1. UM seharusnya baru dibuat setelah uang cair, itu artinya saya selaku penerima uang dan pembuat anggaran di haruskan mempertanggungjawabkan uang yang sudah saya terima. Bukannya dibuat bersamaan dengan anggaran, karena jika UMnya hilang bagaimana?? Lalu akhirnya ketemu lagi dan diharuskan mempertanggungjawabkannya.
2. Anggaran remunerasi pun diharuskan untuk membuat UM, aneh, kan saya tidak menerima sepeser pun uang tersebut, karena kasir keuangan yang menjalankannya langsung. Kewajiban saya untuk membuat anggaran untuk keuangan menjalankan sudah saya penuhi. Apa yang harus saya pertanggungjawabkan, buktinya ada dimereka langsung.
3. Serah terima itu penting, karena acap kali saya sudah menyerahkan mereka mengaku belum.

Sebenarnya banyak hal hal dari administrasi keuangan yang tidak masuk akal, lalu kenapa saya menulis di blog ini?? Ya untuk pelajaran teman teman yang baca saja post ini. Jika membuat perusahaan mungkin hal hal sepele seperti administrasi tolong di perhatikan baik baik. Agar tidak terjadi kesalah pahaman dan akhirnya membuat bad mood sepanjang hari. Juga efek gak ngaruh jika saya memberikan kejanggalan dan mengajukan pendapat saya. Karena beberapa kami tidak sependapat dan akhirnya saya tetap kalah walaupun saya sudah memberikan ‘bukti-bukti’ yang shahih..๐Ÿ˜€

Ooo ya satu lagi, well sesibuk dan sebanyak apapun pekerjaan kita, please jangan pernah menampakkan wajah cemberut. Hello, kan bukan hanya dirimu yang sibuk, kita kita juga kan. Apa salahnya membagi kesibukan dengan cerita atau apapun, mungkin bisa dibantu solusinya. Bukannya memasang wajah cemberut setiap mengajukan anggaran.. ^^

So, saya hanya mengungkapkan perasaan saya dalam menulis. Karena seperti tidak ada efeknya juga saya selalu berkeluh kesah, toh tidak ada perubahan sama sekali. Satu pelajaran bagi saya, saya tahu bagaimana rasanya disakiti jadi saya juga harus berusaha untuk tidak menyakiti siapa pun. Setinggi apapun jabatan saya, sebesar apapun kuasa yang saya miliki..

Note : Maaf jika paragraph satu dengan yang lainnya tidak nyambung.๐Ÿ˜€