Ketika Sebuah Senyuman Hanya Untuk Orang Kaya

Menyambung post sebelumnya, kebetulan fizah menginap disalah satu hotel berbintang 4 di Jakarta yang namanya tidak asing lagi. Sehubungan dengan terkena Pasal IT, so, ga usah sebut nama hotelnya ya..๐Ÿ˜€

Nah, memang disini fizah memesan 30 kamar dan buffet makan malam selama 2 hari. Sebelumnya fizah hanya berkomunikasi dengan Bagian Marketingnya, sebut saja Mbak Ovi, disini Mbak Ovi bener bener welcome and selalu melayani setiap permintaan permintaan dari kantor kami. Ketika hari H kebetulan fizah bertugas di lokasi kegiatan bukan di hotel. Jadi ga tau bagaimana perlakuan staf di hotel pada manajemen kami. Tapi sempat terdengar kabar awalnya, “keras kerasan” sama pengganti Mbak Ovi (karena beliau sedang cuti).

Nah, pada hari ke – 2 tepatnya tanggal 20 November, disini deh keliyatan. Buset dah.. Resepsionisnya sih cowok, tapi judesnya melebihi nenek sihir. No Smile No Manner. Ada masalah bukannya meminta maaf dan mengalah hanya bilang ya udah mbak telpon Mbak Ovi saja. Bukan Fizah Muharrani namanya jika ga bales jutek, Mas ajj yang nelpon langsung bisa. Eh ternyata Mbak Ovinya ada di Hotel dong, ya tinggal panggil dong. Masa iya suruh gw nelpon make HP, pulsa cin..

Mbak Ovinya si ramah banged, seramah di telpon, mengakui kesalahan, meminta maaf dan meredakan tu resepsionis. Teryata ga hanya sampai situ. Besoknya ketika mau cek out, ternyata Mbak Ovi ga da, dan menyarankan untuk bertemu rekan marketingnya. Dia meminta fizah untuk ke respsionis dan dipanggilkan. Ketika di resepsionis, fizah minta dipanggilkan Rekan yang dimaksud Mbak Ovi pada salah satu resepsionis. Mbak resepsionis langsung bilang, baik mbak sebentar, eh mbak resepsionis di sebelahnya bilang, gw si tadi uda bilang kalo dipanggil si pijah pijah. Hello, ini gw, si PIJAH, please ya pake F dan Z.

Bukan bermaksud sombong, fizah sudah beberapa kali menginap di hotel, mulai dari hotel melati sampai bintang 4 (bintang 5 belum sii.. :D), terkadang fizah lebih rewel dari ini, tapi mereka selalu senyum. Ini, rewel pun fizah tidak kepada mereka, tapi kemana senyum mereka?? Apakah senyum mereka hanya di berikan pada Orang Kaya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s