Ambil Positifnya Saja

Selalu ambil positif pada setiap kejadian. Contohnya saat sekarang. Hanya duduk manis menemani tenaga ahli tapi dibayar 138.500 perhari, di tanggung akomodasinya dan diperbolehkan makan enak. Awalnya sempat protes, karena setiap minggu pasti weekend di kantor, bulan ini justru sibuk dengan kegiatan asessment dan penyelesaian laporan individu sebuah instansi pemerintahan. Semuanya harus gerak cepat sehingga, hari libur terpakai dan pulang malam selalu. Minggu ini, dari hari selasa sampai dengan kamis menyelesaikan kegiatan asessment di Pusdiklat Sekneg, yang mana benar benar memforsir waktu, tenaga dan pikiran. Fokus kita hanya pada kegiatan ini agar bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Dikira besoknnya fizah bisa istirahat di rumah, Jumat leha leha dikantor menerima perdiem kegiatan, jadi weekendnya bisa ajak adik jalan jalan.

Tapi apalah daya, kamis siangnya ketika fizah sedang mengurus administrasi hotel, dapat kabar dari atasan, besok Jumat sampai dengan Minggu diminta untuk memfasilitasi dan membantu Tenaga Ahli Konsinyasi Penyelesaian Laporan Akhir. Well, mana hari libur fizah? Belum sempat bernafas sudah harus mencari akomodasi untuk konsinyir. Mengeluh, pasti itu. Mengeluh pada salah satu dan dua teman kantor. Yang satu mengasihani dan yang satu hanya bilang ambil positifnya saja, jadi tambah ilmu dan dapat perdiem.

Well, setelah dijalani, Alhamudillah, kemarin fizah bisa tidur jam 9 malam, izin tidur lebih cepat. Pekerjaan tidak ada, hanya menemani tok. Pagi ini pun, hanya diberi pekerjaan sedikit dan Beliau (Tenaga Ahli) izin pamit keluar sebentar, sehingga waktu 3 jam tersebut bisa fizah pergunakan untuk tidur. Bahkan sehari ini fizah bisa update tulisan terus. Ya sudahlah, walaupun waktu dengan keluarga berkurang, toh fizah juga dibayar, dan bayaran ini juga buat keluarga. Ayah saja mencari pekerjaan susah payah, bunda mencari tambahan untuk keluarga dengan menjual nasi uduk seharian hanya bisa mendapatkan untung tidak lebih dan 30rb. Jadi kenapa fizah harus mengeluh. Mudah mudahan penyakit hati mengeluh ini bisa menghilang perlahan dari hati fizah. Learning pointnya adalah, sebelum tau apa yang kita kerjakan terima saja dengan senyuman, ketika sudah dijalani bisa jadi itu berbeda dengan ekspektasi kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s