Menunggu, Menerka dan Berdoa

Weekend ini, dua hari terakhir ga ketemu. Susah komunikasi, setiap menit, setiap jam cek HP terus, berharap ada pesan masuk. Setiap melihat tidak ada notif hanya bisa tertunduk kecewa. Tak berani untuk mendesak desak ataupun sekeder say Hi. Tak mau menganggu, sampai malam menunggu, berharap akhirnya bisa komunikasi. Tapi ternyata susah, terkadang menunggu lama tapi sudah pamit duluan tidur. Hanya tinggal harapan yang ada. Menerima nasib yang memang sudah tahu akan begini jadinya.

Menunggu, terus menuggu, bersabar. Badan sakit sakit akibat seharian di Bogor, tenggorokan sakit, hidung meler bahkan badan pun meriang dihiraukan. Sehat? Sehat, tak sabar menunggu hari Senin. Kalau ada yang bilang I Hate Monday ataupun Thank God Is Friday. Kebalikan. I Hate Friday and Thank God Is Monday. Tapi apalah daya, pupus sudah harapan. Sakit, marah? kecewa? Apakah berhak, yang ada hanya bisa berdoa semoga lekas sembuh.

Lagi lagi, setiap menit, setiap jam dan setiap waktu melihat HP. Sedang tidurkah? Sedang istirahtkah? Hai, apakah sudang enakan?

Dan lagi lagi hanya bisa menunggu, menerka, dan berdoa.

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s